Sejarah Desa

Gapuro Desa Sumberejo

Desa Sumberejo merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah, secara geografis berada di 110.51615 Koordinator Bujur dan -7.090886 Koordinator Lintang. Orang yang pertama kali babat Desa Sumberejo adalah Muhammad Kadir yang berjulukan Eyang Singa, pada suatu masa Sunan Kalijaga berkelana mensiarkan agama Islam dan singgah disuatu kampung dan bertemu dengan Eyang Singa secara kebetulan bertepatan dengan musim kemarau panjang yang mengaibatkan sumur-sumur dan sungai-sungai mengalami kehabisan mata air, guna memenuhi kebutuhan air bersih para warga penduduk mencari air hingga kedalam hutan yang berada dilereng bukit karena disana terdapat sumber mata air atau sendang yang oleh masyarakat dinamai Sendang Delik sebab letaknya jauh dari perkampungan.
Pada suatu hari Eyang Singa yang sepulang dari mengambil air bersih bertemulah dengan Sunan Kalijaga disuatu kampung yang bernama dusun puro, kemudian Sunan Kalijaga meminta air kepada Eyang Singa untuk berwudhu guna melaksanakan sholat, dengan sabar Eyang Singa memberikan air untuk wudhu kepada Sunan Kalijaga dan menungguinya hingga selesai sholat, sebagai ungkapan rasa terima kasih tangan sunan Kalijaga mencabut rumput secara tiba-tiba tanah bekas rumput tersebut memancarkan sumber mata air yang sangat deras, guna mencegah menjadi rawa maka Sunan Kalijaga menutup dengan pelepah daun aren, kemudian Sunan Kalijaga memberi nama Desa “SUMBEREJO” yang berasal dari 2 suku kata yaitu SUMBER artinya Mata air dan REJO artinya makmur, dengan harapan warga Desa Sumberejo dalam kehidupannya senantiasa makmur dunia dan makmur akhirat. Kemudian tanah yang rumputnya dicabut oleh Sunan Kalijaga tersebut di namai Sendang Puro, di sendang tersebut tumbuh 2 pohon besar yang konon merupaka makam Eyang Singa atau Muhammad Kadir.