KEARIFAN LOKAL: BUDAYA DESA SUMBEREJO MENGAJARKAN NILAI- NILAI ANTIKORUPSI

  • Ali Mahfudhi
  • Nov 02, 2022

Haul Umum Kubur Utara Dukuh Puro

Pada Hari Sabtu 8 Oktober 2022 bertempat di Dukuh Puro, Desa Sumberejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak; warga mengadakan ritual rutin yaitu Haul Umum yang diikuti oleh Perangkat Desa dan lebih dari 500 Warga Desa Sumberejo. Pada kesempatan ini, Haul mengundang KH Nasikhin dari Jepara.

KH Nasikhin menyampaikan beberapa nasehat: “Wa Kafaa Bil Mauti Wa Idzho”, yang artinya “Cukuplah Kematian Sebagai Pemberi Nasehat”. Banyak kita saksikan orang yang hidup lupa akan kematian, bak hidup 1000 tahun lamanya. Maksiat, berbuat zholim, korupsi, sikut sana sikut sini, tak ingat kematian selalu mengintainya. Kegiatan haul bertujuan mengirim doa dari orang yang masih hidup pada pendahulunya: ada anak yang bertanya pada Rasulullah SAW: “Bagaimana cara berbakti pada orangtua yang sudah wafat?  Kata Rasul: “Ash-sholaytu ‘alayhima”, yang artinya: “Doakan keduanya”. Beliau juga berpesan bahwa acara haul menjadi ibrah/pelajaran bagi ummat bahwa setiap orang akan berniat/ berusaha menjadi figur yang memberikan kesan baik supaya jadi perbincangan baik bagi orang-orang yang ditinggalkan/dunia seperti maqalah Imam Duraits: “Innamal mar’u haditsun ba’dahu, fakun haditsun hasanan liman wa’a, walaysal mar’u yuuladu ‘aliman", yang artinya; “Manusia akan menjadi perbincangan setelah ia tiada, maka bagi orang yang berakal akan berusaha menjadi perbincangan yang baik, maka jadilah figur yang dapat memberikan kesan baik”. 
Jadi manusia harus menerapkan nilai- nilai kejujuran dan kebaikan terutama para pejabat supaya tidak mengambil yang bukan menjadi haknya.


Sedekah Desa bersama KH. Ahmad Asnawi dari Kudus

Pada Hari Sabtu, 4 Juni 2022 M / 5 Apit 1443 H; di Desa Sumberejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak diadakan kegiatan Pengajian Akbar dalam rangka Sedekah Desa bersama KH. Ahmad Asnawi dari Kudus. Acara dimeriahkan dengan iringi dari Khadhroh Jahidna Glagah Wangi dari Demak. Tema acara Sedekah Desa adalah “Dengan Momentum Sedekah Desa Kita Tingkatkan Kebersamaan antara Ulama dan Umara serta Warga Masyarakat Sumberejo menuju Desa Sumberejo yang Gemah Ripah Loh Jinawi". Acara mengundang Simbah KH. Munif Muhammad Zuhri, Ketua Dewan Syuro PAC NU Mranggen (Wabup Demak) : KH. ALI MAHSUN, M.Si., Ketua Tandfiziyah PAC NU Mranggen KH. Dr. Jakfar Shodiq, Simbah KH. Asrori Latif, Al-Hafidz beserta para Khufadz, Forkompincam Mranggen, Ketua Jam’iyah Simaatul Qur’an Desa Sumberejo : KH. Juraimi Sajad, S.PdI., Pengasuh Masjid Jami’ Baitut Taqwa Sendang Delik : Kiai Mudhofir, S.Ag., Segenap Panitia Penyelenggara, serta Ansor, Banser, Fatayat, IPNU & IPPNU. 

Tradisi sedekah desa merupakan perwujudan rasa syukur atas nikmat dan karunia yang diberikan oleh Tuhan. Sedekah bumi, juga diartikan sebagai sarana memanjatkan doa, agar selalu diberi keselamatan dan dijauhkan dari bencana. Upacara ini dimeriahkan dengan pesta rakyat dan kenduren dan sudah berlangsung turun termurun dari nenek moyang, dan berkembang di Pulau Jawa, terutama di wilayah yang kuat akan budaya agraris seperti yang ada pada masyarakat Demak.

Dalam tradisi sedekah bumi sendiri terdapat nilai-nilai pendidikan Islam yaitu mengenai keimanan. Dalam ritualnya terdapat pembacaan do’a dan tahlil sebelum dimulainya acara yang melambangkan kewajiban mengingat Allah SWT sebelum melakukan sesuatu dengan dasar iman kepada Allah SWT. Apabila kita selalu mengingat Allah SWT sebelum melakukan segala sesuatu niscaya kita hanya melakukan hal- hal yang baik. Karena tidak mungkin orang yang beriman kuat dan mengingat Allah SWT berlaku tidak sopan, berlaku semena- mena, korupsi, dan berbagai perbuatan buruk lainnya.